skip to main |
skip to sidebar
Perjalanan yang penuh kekesesakkan.
Dari tujuan satu melihat kekosongan semu.
Tujuan berikutnya menemukan kepalsuan yang indah.
Lalu ke tempat tujuan terakhir saat ini menjelaskan bahwa dunia ini penuh dengan seni.
Menurutmu apa itu?
Apa itu memberikan identitas?!
Apa itu membuat melayangkan imajinasi?!
Apa itu bisa menghidupkan sosok yang mati?!
Yang pasti itu bisa membuatku menjadi nyata.
Ayo,,melakukan perjalanan lagi.
Temukan apa yang dicari.
_end_out_off_
Menyapa dari jauh,,karena mendengar lolongan dari seorang gadis.
Melolong berkali-kali seperti minta tolong yang dibaliknya bermaksud mencari mangsa.
Mendekat,,mendekat,,dan terus mendekat.
Si anjing terus mencari.
Saat melewati pohon demi pohon,mendadak sesosok bocah perempuan kecil berdiri tepat berada di depannya.
Si anjing langsung mendekap untuk menghangatkan gadis kecil itu karena terlihat hampir membeku diselimuti hawa dingin.
Lalu dibawanya gadis kecil menuju rumah si anjing.
Dalam perjalanan si anjing bercerita tentang masa lalunya yang gelap gemerlap.
Si gadis kecil menangis mendengar cerita itu.
Sesaat sudah terlihat rumah si anjing yang berwarna hijau dan terdapat pohon apel di depan rumahnya.
Si gadis kecil tersenyum kecil,tetapi bagi si anjing senyuman tersebut terlihat sinis.
Si anjing sedikit bingung dan berpikir.
Hmm,,tapi sudahlah,,dia pasti terlalu capek sehingga tidak bisa tersenyum dengan sempurna.
Sesampainya di dalam gadis kecil berkata bahwa rumah si anjing sangat hangat dan damai.
Si anjing tertawa bahagia.Saat tertawa,si gadis kecil langsung memangsa dengan menggigit leher si anjing.
Dalam keadaan sekarat si anjing bertanya "kenapa?".
Gadis kecil itu menjawab "bukankah itu sudah seharusnya terjadi!".
_end_out_off_
Waktu kemarin aku marah,,marah berubah menjadi naga merah.
Aku pergi,,pergi berjalan melawati gunung dan lautan.
Jalan,,
hilang begitu saja tanpa membawa apa-apa.
Maaf bila tidak menghubungi.
Jalan lagi,,
bertemu kucing kecil yang seperti cermin.Lari dari manusia,memilih masuk terperosok dalam gelap.
Jalan,,jalan,,dan jalan,,
menjawab pasti memilih menjadi anak kecil yang meninggalkan dan hilang pikiran sejenak.
Daripada berubah jadi orang dewasa yang dengan sok kuatnya menahan amarah mengatas namakan kepedulian terhadap orang lain,
dan bila sampai batasnya,meluap dan meledak akan menjadi gila,menyakiti secara fisik atau lebih buruknya menjadi pembunuh.
Hindari itu (saat ini).
Jalan,,jalan,,jalan,,dan jalan terus,,
sampai sekarang pun masih merasakan jantung yang berdebar dengan kerasnya waktu pintu pembatas sedikit terbuka.Mungkin masih mengalami paska traumatik,menjadi sedikit phobia terhadap dunia belakang yang runtuh.
Menghindar bukan karena dendam,,tetapi karena takut.
Yang namanya makan hati tetaplah makan hati,,menyakitkan.
Tapi yah,,bagaimana lagi,,monster beruang ada disampingku bersama monster beruang kecil.
Masih tetap jalan,,
_end_out_off_
Ya,,ya,,yaaa,,
Rasanya hambar,,sedikit bau yogurt,,lembut dan sedikit berkontur,,tulang lunak,,yang pasti buatan sendiri enak,lezat dan menyenangkan.
Melulu melihat dia begitu menggemaskan sekaligus menyebalkan.
Makanya jangan dekat-dekat,,apapun akan kulumat dalam sekejap.
_end_out_off_
Otakku berisi dengan berbagai bentuk bayangan hitam yang melekat dan bercampur menempel di dinding-dinding dalam kepala.Tapi dalam kepekatan itu ada sebuah titik yang menunjukkan kesempurnaan dari segalanya.
Dengan mengandalkan setitik harapan tersebut,aku berkarya.Membuka pikiran yang luas menjadi sempit.Memfokuskan apa yang akan diperbuat nanti.Aku berpikir panjang.
Dengan sedikit campuran imajinasi dengan sedikit perbuatan,
maka jadilah.Taraaa,,
Lahirlah sebuah karya besar yang aku nantikan sepanjang perjalananku,,
dan ternyata,setelah terbangun dari mimpi,,
aku sadar,,perjalananku baru dimulai sekarang.
_end_out_off_

Ini dia,,salah satu dari ketidak jelasanku.Kutukan yang berlangsung sejak masa transisi.
RAMBUT.
Iya,,rambut yang bergelung-gelung menggelikan.Mereka menutup diri,hanya kesana-kemari,tidak terarah,mencari perhatian di kepalaku.
Kadang menunjuk pada kepala,kadang menunjuk pada telinga, kadang menunjuk pada hidung,kadang menunjuk pada mata,dan menunjuk pada diri mereka sendiri,yaitu rambut.
Aku membebaskan mereka,karena mereka mempunyai koloni sendiri,mempunyai gaya sendiri,sehingga tidak pernah bersentuhan dengan alat bernama sisir lagi.
Tapi mereka kadang-kadang terlalu berlebihan,memenuhi kepalaku dengan koloni mereka.
“Itu tidak layak,mereka telah menyiksamu!!”
begitu orang-orang disekitarku berteriak.
Mau gak mau mereka harus dihukum.
Dan hukuman mereka adalah potong.
Itu merupakan mimpi buruk bagi mereka para rambut.
_end_out_off_
Entah kenapa kemarin aku bermimpi kembali ke masa itu.Dimana aku menjadi cerita terburuk dalam sejarah.
Merasakan sekali lagi menjadi orang yang terbuang.Lalu berpikir tentang bagaimana dinginnya organ dalammu sehingga mempertemukan para kurir denganku.Dikelilingi orang-orang yang suruhan.Mendengarkan mereka berbicara tentang kenyataan pahit yang harus diterima.
"Apa kamu takut menyampaikan kabar itu dengan menatap mataku secara langsung?!"
"Atau kamu malu memperlihatkan air mata yang bakal membasahi tubuh kita?!",,begitu pikirku.
Para penyampai berita melanjutkan kata-kata yang semakin memekakkan telingaku.
Lalu berpikir lagi,,
"Apa artiku baginya sekarang?!"
Sekarang aku merasa benar-benar jatuh ke dalam lubang yang pekat.
Apa kamu senang dengan itu?!
Apa itu harapanmu?!
Kalo itu memang keinginanmu,kamu telah berhasil.
Pada akhirnya kamu senang,,lupa terhadap apa yang pernah kamu lakukan.
Anehnya sudah merasakan pahit pun aku tetap senang dan takjub,kagum ketika melihat kamu senang.
Huff,,lelah aku dengan mimpi ini.Semoga ini cepat berakhir.
Senang mengenal kalian berdua.
_end_out_off_